Halo,
Selamat Datang
di INTI MUDA INDONESIA
Sekarang Gak
Perlu Takut Lagi!
Curhat seputar masalah kesehatan
seksual, kesehatan mental, hingga informasi
tes HIV gratis.
100.000
Penerima
Manfaat
10.000
Pemuda
Terlibat
100
E-Course
Tersedia
1.000
Penelitian
dan Advokasi
Regional Coordinator Youth
Lead Asia Pacific
“Since its establishment, Inti Muda Indonesia has been a consistenly reliable partner and leader in Indonesia, representing young key population. Youth LEAD is proud to contribute to several of their activities focus on empowering its members and supporting youth leadership.”
Sekretaris Kedua Bidang
Politik Kedutaan Besar
Kerajaan Belanda
“Inti Muda has shown itself as a professional and strategic organization, which is able to connect people to strengthen cooperation.”
FAQ
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, yang berperan penting untuk melawan infeksi dan penyakit. Secara khusus, HIV menginfeksi sel-sel penting dalam tubuh, menggunakan sel tersebut untuk membuat lebih banyak salinannya, lalu menghancurkannya. Jika tidak diobati, HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu kumpulan gejala dan infeksi yang berkaitan dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Tingkat defisiensi imun atau munculnya infeksi tertentu digunakan sebagai indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.
Lama waktu berkembangnya AIDS bervariasi antara individu. Biasanya, waktu antara terinfeksi HIV hingga berkembang menjadi AIDS adalah 10–15 tahun, bisa lebih lama atau lebih pendek. Terapi antiretroviral (ARV) dapat mencegah perkembangan ke AIDS dengan menekan jumlah virus dalam tubuh.
HIV ditularkan melalui cairan tubuh berikut: darah, air mani, cairan pra-ejakulasi, cairan vagina, cairan rektal, dan ASI. Umumnya, HIV ditularkan melalui hubungan seks anal atau vaginal tanpa kondom atau melalui penggunaan jarum suntik bersama. HIV tidak menular melalui ciuman, pelukan, atau kontak fisik non-seksual lainnya.
CDC merekomendasikan agar setiap orang berusia 13 hingga 64 tahun melakukan tes HIV setidaknya sekali seumur hidup sebagai kesehatan rutin. Beberapa kelompok, termasuk pria gay dan biseksual serta perempuan transgender, disarankan untuk melakukan tes lebih sering. Orang yang sedang hamil juga disarankan menjalani tes HIV pada trimester pertama kehamilan.
Banyak orang dengan HIV tidak mengalami gejala apapun selama bertahun-tahun. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda terinfeksi adalah dengan melakukan tes.
Jangan menunggu gejala muncul. Jika Anda mengetahui status HIV Anda lebih awal setelah terinfeksi, Anda memiliki lebih banyak pilihan pengobatan dan perawatan untuk mencegah kondisi kesehatan memburuk.
Sebagian besar orang akan memiliki cukup antigen atau antibodi untuk terdeteksi dalam tes HIV dalam waktu 2 hingga 8 minggu setelah terpapar virus. Rata-rata waktu yang dibutuhkan adalah 20 hingga 25 hari. Namun, ada kemungkinan bisa lebih lama. Jika Anda merasa telah terpapar HIV dan hasil tes dalam 3 bulan pertama masih negatif, lakukan tes ulang pada bulan ke-6. Jika Anda merasa berisiko terinfeksi, segera temui dokter untuk mendapatkan panduan lebih lanjut mengenai tes dan perawatan.
Berhubungan seks dengan seseorang yang hidup dengan HIV aman jika virus dalam tubuhnya sepenuhnya tertekan oleh pengobatan ARV. Seks juga aman jika kondom digunakan dengan benar atau jika Anda menjalani profilaksis pra-pajanan (PrEP) sesuai dengan rekomendasi dokter Anda.
Latest Blogs
Jl. Tebet Timur II No.6, RT.6/RW.5, Tebet Tim., Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota…
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur. Ac aliquam mauris nulla non senectus mauris bibendum. Libero risus ultrices feugiat blandit quis justo vitae facilisi.